Kenapa mencukur jenggot dilarang???

Sebagian muslim memelihara dan memanjangkan jenggotnya dan berkeyakinan akan haramnya mencukur jenggot. Sebagian yang lain  mencukur jenggotnya dan berkeyakinan bolehnya mencukur jenggot bahkan ada yang menghina muslim lain yang berjenggot dengan sebutan teroris, kayak kambing, kampungan, kuno, kolot, dll. lalu bagaimanakah hukum memelihara jenggot? haram kah mencukurnya??? mari kita simak pembahasan singkat tentang hal tersebut!

PENGERTIAN JENGGOT

Lihyah (jenggot) adalah nama rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, dibawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut lihyah (jenggot) kecuali kumis.

HUKUM MEMELIHARA JENGGOT

Hukum memelihara jenggot adalah wajib atas setiap muslim laki-laki, baligh, dan berakal karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah mewajibkannya, memerintahkan untuk memeliharanya, serta melarang mencukur dan merapikannya.

HADITS-HADITS TENTANG MEMELIHARA JENGGOT

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَََََحفوا الشوارب وأعفوا اللحى

“cukur habislah kumis dan peliharalah jenggot” (HR. Bukhori dan Muslim)

انهكوا الشوارب وأعفوا اللحى

“pangkas habislah kumis dan peliharalah jenggot” (HR. Bukhori dan Muslim)

خالفوا المشركين وفروا اللحى وأحفوا الشوارب

“selisihilah orang-orang musyrik, lebatkanlah jenggot, dan cukur habislah kumis” (HR. Bukhori dan Muslim)

جزوا الشوارب وأرخوا اللحى خالفوا المجوس

“cukurlah kumis, biarkanlah jenggot, selisihilah orang majusi” (HR. Bukhori dan Muslim)

عن ابن عمر عن النبي صلىالله عليه وسلم أنه أمر بإخفاء الشوارب وإعفاء اللحية

Dari ibnu umar radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, “sungguh beliau memerintahkan untuk mencukur kumis dan memelihara jenggot” (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata: ” Walhasil, ada lima riwayat. seluruh kata tersebut maknanya sama yaitu biarkanlah  (jenggot) sebagaimana adanya”. (syarah shahih muslim)

Al i’faa’ berarti membiarkan dan melepaskan jenggot hingga menjadi banyak tanpa mencukurnyasedikit pun. Aufiruu semakna dengan u’fuu yaitu biarkanlah secara utuh tanpa dicukur.

Ketika kisra (penguasa persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot tercukur dan kumis lebat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak suka melihat keduannya.

Beliau bertanya: “celaka kalian! siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” keduanya berkata: “Rabb kami (tuan kami yaitu kisra) memerintahkan kami seperti in”. Rasulullah bersabda: “Rabbku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku” (Hadits hasan riwayat Thabrani)

UNTUK ANDA YANG MENCUKUR JENGGOT

Wahai orang yang mencukur jenggot, bagaimana pendapatmu apabila Rasulullah tidak suka melihat wajahmu? bahkan, jawaban apa yang akan kau berikan ketika beliau memalingkan wajahnya darimu seraya berkata:”siapa menyuruhmu seperti ini?” ketahuilah Nabi tidaklah menyuruh melakukan sesuatu melainkan beliau merupakan orang pertama melakukannya. oleh karenanya jenggot beliau lebat dan utuh.

 

 

SUMBER : Munandar, Aris, Jenggot yes! isbal no!!  (jogjakarta: media hidayah, 2004) hal 17-20

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s