Jangan Dekati Zina!

Sebagai hamba Allah yang mengaku berimankepadaNya, maka hendknya kita selalu mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Serta selalu mencoba mendekatkan diri kepadaNya dan menjauhi segala jalan yang menjerumuskan kita kepada kemaksiatan kepadaNya. Dan di antara kemaksiatan tersebut adalah perbuatan zina. maka dari itu, dalam rubrik kali ini kami akan sedikit memaparkan tentang buruknya perbuatan zinadan pentingnya menjauhkan diri dari sarana-sarana yang menjerumuskan kepada perbuatan zina. semoga bermanfaat!

Definisi Zina

Secara etimologi zina mempunyai beberapa makna, di antaranya: fujur (kekejian) dan dhayyiq (penyempitan). Zina jugmengandung arti menyetubuhi wanita tanpa akad syar’i. Dan inilah yang dimaksud oleh keumuman nash yang menyinggung tentang zina.

Nabi  shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Telah ditentukan atas anak adam bagian zinanya yang tidak dapat dihindari: zina keduamata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah memukul, zina kaki adlah melangkah, dan zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan, lalu semua itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya” (HR. bukhori dalam shahihnya no. 6243 dan Muslim no. 2657).

Adapun secara istilah syari’at, cukup banyak definisi zina yang dikemukakan oleh para Ulama, dan definisi-definisi tersebut tidak jauh berbeda. Namun deinisi yang terbaik, zina adalah menyetubuhi wanita di kemaluan tanpa akad nikah yang sah. Ada juga yang mendefinisikan, zina adalah menyetubuhi kemaluan yang kosong dari kepemilikan atau syubhat. Dengan ini tidak termasuk zina bila seorang tuan menyetubuhi hamba sahaya wanita yang ia beli atau diperoleh dari peperangan.

Jangan Dekati  Zina!

Zina adalah perbuatan yang buruk, keji, jorok, dan kotor serta moral yang rusak. Zina akan membawa kepada kehinaan, menyebabkan kerusakan, serta mendatangkan adzab di dunia, di kubur, dan di akhirat nanti. Allah berfirman, yang artinya: ” janganlah kamu mendekati zina , (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji , dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Israa 32).

Allah menyebutkan “janganlah kamu mendekati zina!” bukan “janganlah kamu berzina”. Hal ini karena Allah hendak menutup jalan-jalan yang membawa kepada perbuatan zina apapun bentuknya. entah itu berpacaran, khalwat (berduaan laki dan perempuan yanh bukan mahram), SMSan, FBan, Chating dan beragam sarana lainnya yang mengarah kepada perzinaan. Kemudian Allah menyebutkan “(zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “alfaahisyah” adalah “dzanbun azhimun” , yaitu dosa yang besar.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu  bahwasanya Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: ” Allah telah menulis atas anak adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya” (HR. Bukhori dalam shahihnya 6612)

Allah subhanahu wata’ala berfirman, yang artinya: “… dan janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkann Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti” (QS. Al-An’am 151). Dia juga berfirman: “Dan tinggalkahlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan” (QS. Al-An’am 120).

Maksud dari “Tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun tersembunyi” yakni perbuatan maksiat, baik dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Sebagian ahli tafsirmenafsirkan bahwa “dosa yang nampak” dalam ayat tersebut maksudnya adalah berzina dengan pelacur. Dan yang “tersembunyi” maksudnya berzina dengan mahram (misalnya, berzina dengan kakak atau adik ) dan dengan istri tetangga. (Tafsir Ibnu Katsir III/ 323)

Binatangpun Menganggap Zina Perbuatan yang Kotor

Zina adalah perbuatan keji atau kotor yang membawa kepada kebinasaan. Zina merupakan perbuatan yang benar-benar keji dan jorok, dan ini diakui oleh semua orang yang berakal juga oleh sebagian besar binatang. Amr bin Maimun al-Audi radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Aku menyaksikan di zaman jahiliyah dulu ada sekumpulan monyet, dimana ada monyet jantan dan betina yang berzina. Lantas berkumpullah monyet-monyet lainya untuk melemparinya dengan batu hingga mati (dirajam)” (Bukhori dalam shahihnya no. 3849)

Sumber: Yazid bin abdul Qodr jawas. jangan dekati zina. pustaka At-Taqwa. dengan diringkas dan sedikit perubahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s